![]() |
| Meta Perangi Scam: 120 Juta Akun Palsu Dihapus, Rilis Fitur AI Baru di Facebook, Instagram, Threads |
KEDIRITERKINI.ID — Raksasa teknologi Meta Platforms kembali mengambil langkah besar dalam upaya memberantas penipuan digital.
Perusahaan ini resmi meluncurkan rangkaian fitur baru berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk memperkuat perlindungan pengguna di Facebook, Instagram, hingga Threads.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Meta dalam menghadapi maraknya scam online yang semakin canggih, sekaligus memperkuat kerja sama dengan berbagai lembaga penegak hukum dan industri global.
Langkah besar Meta memerangi penipuan
Meta menegaskan pendekatan barunya bersifat berlapis, dengan fokus utama pada deteksi dini berbasis AI. Sistem ini dirancang untuk mengidentifikasi serta menghapus akun palsu bahkan sebelum dilaporkan oleh pengguna.
Selain itu, Meta juga memperketat pengawasan terhadap domain palsu atau tautan tiruan yang digunakan dalam berbagai skema penipuan, yang kemudian dipantau melalui Global Signal Exchange (GSE).
Pembersihan jutaan akun dan iklan palsu
Dalam periode Januari hingga pertengahan Mei 2026, Meta mencatat langkah penindakan besar-besaran. Sebanyak 26,7 juta iklan penipuan berhasil diblokir sebelum sempat tayang di platform.
Tidak hanya itu, lebih dari 120 juta akun, halaman, dan grup di Facebook serta Instagram juga telah dihapus karena terindikasi melakukan pemalsuan identitas.
Empat fitur baru berbasis AI
Untuk menghadapi pola penipuan yang terus berkembang, Meta memperkenalkan empat inovasi utama:
1. Perlindungan tokoh publik berbasis AI
Sistem baru ini mampu mendeteksi dan menghapus iklan yang menyalahgunakan wajah atau nama figur publik. Perlindungan juga berlaku untuk tokoh yang belum memiliki akun resmi di platform Meta.
2. Perlindungan merek dan deteksi kemiripan
Melalui fitur Brand Rights Protection yang terintegrasi dengan Meta AI Business Assistant, lebih dari 14.000 bisnis kini dapat memantau penyalahgunaan merek. Sistem juga otomatis menghapus konten yang mirip dengan pelanggaran sebelumnya.
3. Verifikasi lokasi di Marketplace
Meta mengganti sistem verifikasi SMS dengan verifikasi berbasis lokasi untuk pengguna baru di Amerika Serikat dan Kanada. Kebijakan ini ditujukan untuk menekan modus penipuan berbasis jarak.
4. Scam Protection Center
Fitur ini menjadi pusat bantuan berbasis AI yang dapat meninjau aktivitas pengguna, membantu melacak potensi penipuan, serta memberikan panduan pelaporan ke pihak berwenang.
Kolaborasi global bongkar sindikat scam
Di luar penguatan sistem internal, Meta juga terlibat dalam berbagai operasi internasional untuk membongkar jaringan kriminal digital.
Bersama U.S. Department of Justice dan Royal Thai Police, serta dukungan Microsoft, Coinbase, dan Starlink, operasi ini berhasil menonaktifkan lebih dari 1,4 juta akun Facebook yang terkait jaringan kriminal lintas negara.
Selain itu, kerja sama dengan GovTech Singapura melalui pertukaran sinyal keamanan di GSE juga menghasilkan penghapusan lebih dari 30.800 entitas penipuan, mulai dari investasi bodong hingga phishing.
Kolaborasi dengan FBI, kepolisian Dubai, hingga Kementerian Keamanan Publik China turut membantu pengungkapan 276 pelaku serta pembongkaran sembilan pusat operasi scam investasi kripto palsu.
Meta menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat teknologi keamanan dan memperluas kolaborasi global demi menciptakan ekosistem digital yang lebih aman bagi seluruh pengguna di seluruh dunia.

