![]() |
| Pemkab Kediri Siapkan Lahan Hotel Haji Dekat Bandara Dhoho, Dukung Rencana Embarkasi Haji |
KEDIRITERKINI.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri mulai mempersiapkan lahan untuk pembangunan hotel haji yang direncanakan berada di kawasan dekat Bandara Dhoho. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari dukungan terhadap rencana pengembangan layanan embarkasi haji di wilayah Jawa Timur bagian selatan.
Keberadaan hotel tersebut diharapkan mampu menunjang kebutuhan akomodasi jamaah calon haji apabila Bandara Dhoho nantinya resmi ditetapkan sebagai salah satu lokasi pemberangkatan haji.
Hotel haji dirancang tetap bermanfaat di luar musim haji
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengatakan pembangunan hotel haji harus disusun melalui perencanaan yang matang. Menurutnya, bangunan tersebut tidak hanya difungsikan saat musim haji berlangsung, tetapi juga harus memiliki manfaat sepanjang tahun.
"Harus dipikirkan juga di luar musim haji supaya tidak hanya sekadar bangunan yang berdiri melayani musim haji. Begitu musim haji selesai, kan juga harus tetap bermanfaat," katanya di Kediri, Selasa.
Saat meninjau lokasi yang direncanakan menjadi area pembangunan hotel haji di Desa Kalipang, Kecamatan Grogol, Bupati menegaskan bahwa fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi hotel haji pertama di Indonesia.
Karena itu, konsep pemanfaatannya harus disiapkan sejak awal agar tetap dapat digunakan untuk berbagai kegiatan ketika musim penyelenggaraan ibadah haji telah berakhir.
Lahan seluas 55 ribu meter persegi disiapkan
Pemkab Kediri telah menyiapkan lahan seluas sekitar 55.000 meter persegi yang lokasinya tidak jauh dari Bandara Dhoho. Kawasan tersebut menjadi salah satu titik yang diproyeksikan mendukung pengembangan layanan embarkasi haji di kawasan selatan Jawa Timur.
"Lahan seluas 55.000 meter persegi. Kalau nanti disetujui oleh Kementerian Haji dan Umrah, itu akan dijadikan hotel haji," kata Bupati.
Meski demikian, pemerintah daerah masih mencatat sejumlah kebutuhan infrastruktur yang harus dipenuhi sebelum proyek tersebut dapat direalisasikan.
Infrastruktur pendukung masih menjadi perhatian
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah akses menuju lokasi pembangunan. Jalan menuju kawasan tersebut dinilai masih perlu diperlebar agar mampu menunjang mobilitas.
Selain itu, penyediaan penerangan jalan juga dianggap penting untuk meningkatkan keamanan sekaligus mempermudah akses apabila hotel haji nantinya mulai beroperasi.
Dalam peninjauan itu, Bupati Kediri didampingi perwakilan Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kediri, PT Surya Dhoho Investama, serta Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Untuk memperoleh gambaran kondisi lahan secara menyeluruh, Bupati juga melakukan pemantauan menggunakan pesawat tanpa awak atau drone. Hasil peninjauan menunjukkan masih terdapat beberapa aspek infrastruktur yang perlu menjadi perhatian sebelum pembangunan dilaksanakan.
Bandara Dhoho masuk opsi embarkasi haji
Sebelumnya, Bandara Dhoho Kediri telah masuk dalam pembahasan sebagai salah satu alternatif lokasi pemberangkatan jamaah calon haji.
Hal tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi mengenai kesiapan teknis dan operasional embarkasi haji yang berlangsung di Asrama Haji Sukolilo pada 1 Juli 2026.
Bandara Dhoho dinilai memiliki potensi melayani keberangkatan jamaah calon haji dari sekitar 10 hingga 12 kabupaten dan kota di kawasan Mataraman.
Apabila nantinya ditetapkan sebagai embarkasi haji, berbagai fasilitas penunjang seperti transportasi, akses jalan, hingga akomodasi menjadi bagian penting yang harus dipersiapkan agar pelayanan kepada jamaah calon haji dapat berjalan optimal.

